Selasa, 07 September 2010

Wadaslintang dari Google Earh



Lihat Peta Lebih Besar
IDUL FITRI 1431 H
By Republika

Idul Fitri diprediksikan jatuh pada hari Jumat tanggal 10 September 2010. Sebab, hilal tenggelam pada tanggal 29 Ramadhan sebelum matahari terbenam. Posisi hilal akan berada tiga derajat di bawah ufuk ketika matahari terbenam sehingga tidak perlu menunggu penampakan hilal.
Demikian disampaikan oleh Hasan Bashira, Ketua Jurusan Ilmu Falak, Universitas Abdul Aziz, Jeddah sebagamana dikutip Alarabiya.net, Ahad (5/9).
Sementara itu,

Sabtu, 04 September 2010

KEGIATAN PESANTREN ROMADHON
DI SMP NEGERI 1 WADASLINTANG, KAB. WONOSOBO


Dalam rangka melaksanakan program OSIS mewujudkan Visi misi SMP Negeri 1 Wadaslintang dan untuk meningkatan keimanan dan ketakwaan keluarga besar SMP Negeri 1 Wdaslintang, dilaksanakan kegiatan Pesantren Ramadhan. Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa yang beragama Islam sejumlah 707 (tujuh ratus tujuh) siswa, dengan Bimbingan Guru-guru SMP Negeri 1 Wadaslintang dan 1 orang Kyai yang menyampaikan moughidhotul hasanah.

Materi kegiatan Pesantren Romadhon tersebut meliputi :

A.     Keimanan
-          Rukun Iman
-          Asmaul Husna

B.     Akhlak

Jumat, 03 September 2010

HARI LIBUR IDUL FITRI 1431 H
PENGUMUMAN HARI LIBUR
HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H
SMP NEGERI 1 WADASLINTANG, KABUPATEN WONOSOBO
TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Libur dimulai Hari Sabtu, 4 September 2010 sampai dengan Sabtu 18 September 2010.
Masuk hari Senin, tanggal 20 September 2010.
Demikian pengumuman ini disampaikan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Wadaslintang, 3 September 2010
Kepala SMP Negeri 1 Wadaslintang,

 ttd

RUSLIN, S.Pd., M.M.
Nip. 19640311 198803 1 015

Rabu, 18 Agustus 2010

Regu SMP N 1 Wadaslintang Juara 1 LCC Pkn

Dalam rangka peringatan HUT RI ke 65 ini adalah dengan diselenggarakan LCC PKn Tingkat SMP/MTs se Kecamatan Wadaslintang, yang diikuti oleh perwakilan dari masing-masing sekolah SM maupun MTs se kecamatan Wadaslintag. Regu dari SMP Negeri 1 Wadaslintag Yang diwakili oleh :ILMI HARDANI IHTIARTI, ERITA DAMAYANTI, dan SITI FATIMAH meraih Juara I Pertama.

Tampak Siti Fatimah, Erita Damayanti, dan Ilmi Hardani Ihtiarti
 sedang berpose dengan Tropi Kejuaraan LCC







 UPACARA HUT RI KE 65 DI WADASLINTANG

Peingatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 65 di Wadaslintang dilaksanakan di Lapangan Cindaimas Wadaslintang di ikuti oleh Pejabat dan pegawai se Kecamatan Wadaslintang, Kepala Kelurahan dan semua Kepala Desa se Kecamatan Wadaslintang, PWRI, PGRI, Linmas, Untuk pelajar diikuti oleh pelajar Sekolah Dasar (SD), Tingkat SLTP diikuti oleh SMP

Sabtu, 14 Agustus 2010

 LOMBA GERAK JALAN MENYONGSONG HUT RI KE 65

Dalam rangka menyongsong peringatan HUT RI ke 65 SMP Negeri 1 Wdaslintang, mengikuti Loma Gerak Jalan SMP Se Kecamatan Wadaslintang, yang telah dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2010 dengn rute start di halaman kantor Kecmatan Wadaslintang menenpuh rute

Minggu, 08 Agustus 2010

Marhaban Ya Rromadhon


Selamat datang bulan Suci Romadhon

Tiada hidup tanpa khilaf dan dosa,
bulan penuh rahmat dan ampunan telah datang menjelang,
maafkanlah segala kesalahan
agar kita mendapat rahmat dan ampunanNYA amin


Tak ada kata seindah dzikir
Tak ada bulan seindah Ramadhan
Ijinkan kedua tangan bersimpuh maaf
untuk lisan yg tak terjaga
janji yg terabaikan,
hati yang slalu berprasangka
dan sikap yang pernah menyakitkan.
Maaf lahir batin. Slamat menunaikan ibadah puasa


Bila hati saling terpaut rasa cinta terjalin indah
Bila salah dan Khilaf telah terjadi
maka Mohon Maaf Lahir dan Batin atas kesalahan,
“Marhaban Ya Ramadhan”
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Semoga kita selalu diberkahi dibulan yang penuh mahrifah


mari kita sambut ramadhan dengan kebersihan hati
barangkali ada prasangka pernah terbersit
ada kata salah terucap
dan ada tingkah laku yang kurang berkenan
sekali lagi kami memohon maaf


Sabtu, 07 Agustus 2010

Redenominasi Rupiah


Redenominasi Steps will be started 2011

      The Bank Indonesia (BI) has prepared the stages of simplification of the value of the rupiah or redenominasi, but not sanering. The process of simplification of the value of the rupiah that will be done starting from 2011 to 2020. If interpreted in a simple, according to the Governor of Bank Indonesia, Darmin Nasution said in Jakarta on Tuesday, August 3, 2010, redenominasi means simplification of the reference unit prices and currency values. That is, fractional currency simplified without reducing the value of money. Currency value remains the same despite the number of zeros decreases.For example, Rp1.000 to Rp1, while Rp1 million to Rp1.000.

The implementation stages of simplification of the value of the rupiah :
Socialization Period 2011-2012
Period to prepare various kinds of things related to accounting, record keeping, information systems. Bank Indonesia believes two years of socialization is enough.

Transition 2013-2015           
In this period, the price of goods will be written in two prices, which consists of old rupiah and new rupiah. For instance, goods worth 10,000 will be written in the two prices is Rp 10,000 and Rp 10 (new). Money today will be called the old rupiah, the new one shall be called the new rupiah. During this period, the public will use two currencies ie the old rupiah and new rupiah. So also to refund the money, can use both. BI will also gradually replace damaged currency of old rupiah with new rupiah.

2016-2018
Paper money (old rupiah) will be completely discharged. BI will withdraw the old money.

2019-2020
The words that signify a replacement new money and old money will be eliminated. Indonesia back in the rupiah as today, but his monetary value is smaller. For minor currencies will be approved coins and Fractional cents will apply again. Previously, the central bank considers that a large fraction of money was less efficient. The problem is big money only makes the process of payments and cash transactions become more difficult.
 
Langkah Redenominasi akan dimulai 2011
       Bank Indonesia (BI) telah mempersiapkan tahap penyederhanaan nilai rupiah atau redenominasi, tetapi tidak sanering. Proses penyederhanaan nilai rupiah yang akan dilakukan mulai 2011-2020. Jika ditafsirkan dengan sederhana, menurut Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution mengatakan di Jakarta pada Selasa, 3 Agustus 2010, redenominasi berarti penyederhanaan unit referensi harga dan nilai mata uang. Artinya, mata uang pecahan disederhanakan tanpa mengurangi nilai uang. nilai mata uang tetap sama meskipun jumlah menurun nol.  Misalnya, Rp1.000 menjadi Rp1, sementara Rp1 juta menjadi Rp1.000.

Tahapan implementasi penyederhanaan dari nilai rupiah:
Sosialisasi Periode 2011-2012
 Periode untuk mempersiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan akuntansi, pencatatan, sistem informasi. Bank Indonesia berpendapat dua tahun sosialisasi sudah cukup.

Transisi 2013-2015.
Pada periode ini, harga barang akan ditulis dalam dua harga, yang terdiri dari rupiah lama dan rupiah baru. Misalnya, barang-barang berharga 10.000 akan ditulis dalam dua harga adalah Rp 10.000 dan Rp 10 (baru).Uang ini akan disebut rupiah tua, yang baru akan disebut rupiah baru. Selama periode ini, masyarakat akan menggunakan dua mata uang yaitu rupiah lama dan rupiah baru. Begitu juga untuk pengembalian uang, dapat menggunakan kedua. BI juga akan secara bertahap menggantikan mata uang rusak rupiah lama dengan rupiah baru.

2016-2018
Uang kertas (lama rupiah) akan benar-benar habis. BI akan menarik uang lama.

2019-2020
Kata-kata yang menunjukkan uang pengganti baru dan uang lama akan dihilangkan. Indonesia kembali dalam rupiah sebagai hari ini, tetapi nilai moneter nya lebih kecil.
Untuk mata uang kecil akan disetujui dan sen koin pecahan akan berlaku lagi.
Sebelumnya, bank sentral mempertimbangkan bahwa sebagian besar uang kurang efisien. Masalahnya adalah uang besar hanya membuat proses pembayaran dan transaksi tunai menjadi lebih sulit.

referensi:
http://bisnis.vivanews.com/news/read/168699-ini-tahapan-penyederhanaan-mata-uang



BILA TIGA DIGIT NOL HILANG
Rp 100.000= Rp 100
Rp 50.000= Rp 50
Rp 20.000 = Rp 20
Rp 10.000 = Rp 10
Rp 5.000 = Rp 5
Rp 2.000 = Rp 2
Rp 1.000 = Rp 1
Rp 200 = 20 sen
Rp 100 = 10 sen
Rp 50 = 5 sen
Rp 25 = 2,5 sen




Jika redenominasi disetujui pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat tahun depan, Bank Indonesia sudah menyiapkan tahapannya:
2011-2012
Sosialisasi intensif ke masyarakat dan dunia usaha.
2013-2015
Uang lama tetap berlaku. Rupiah baru dicetak dengan penanda kata "Baru". Label harga pada produk atau jasa sudah diumumkan dalam dua versi, uang lama dan uang baru. Misalnya Premium 1 liter Rp 4.500/ Rp 4,5. Pada tahap ini juga BI pelan-pelan menarik uang lama lusuh.
2016-2018
Semua uang kertas lama ditarik. Mulai berlaku uang baru.
2019-2020
Pemerintah mulai menarik uang berlabel "Baru" dan menggantinya dengan uang tanpa tanda "Baru".




Libur Awal Romadhon 1431 H

Libur Awal Bulan Romadhon 1431 H, dalam rangka menyambut bulan suci Romadhon 1431 H di SMP Negeri 1 Wadaslintang Kabupaten Wonosobo selama 3 (tiga) hari, dimulai Hari Selasa 10 Agustus 2010 M sampai dengan 12 Agustus 2010, masuk kembali hari Jum'at 13 Agustus 2010 M.

Kamis, 05 Agustus 2010

KARNAVAL 2010


Dalam Karnaval tahun ini, juga dinilai.... oleh team penilai.... Juara I di raih oleh Pasukan Karnaval dari SMP Negeri 1 Wdaslintang,

Panjat Pinang Khas Agustusan

Senin, 02 Agustus 2010

Rabu, 14 Juli 2010

SKHUN Tahap 2


Pengumuman

Diberitahukan kepeda seluruh peserta Ujian Nasional Tahun 2009/2010 tahap ke 2 (dua) bahwa SKHUN sudah bias diambil dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Membawa Pasfoto Hitam Putih Ukuran 3 x 4 cm sebanyak 2 lembar
  2. SKHUN Dapat diambil :
  • Mulai Hari Rabu, 14 Juli 2010 samapi selesai
  • Pada Jam Kerja
  • Pakaian seragam Sekolah bersepatu

Demikian Pengumuman ini disampaikan untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya

Keapala SMP Negeri 1 Wadaslintang

Ttd.

RUSLIN, S.Pd., M.M.
NIP. 19640311 198803 1 015



Selasa, 13 Juli 2010

Rambut Gimbal di Lereng Dieng


Prosesi Potong Rambut Gimbal Anak Lereng Dieng
anak berambut gimbal

Rambut gimbal atau ramGimbal dalam bahasa Jawa berarti bergumpal. Fenomena rambut gimbal ini bermula dari kepercayaan masyarakat terhadap kyai Kolodete yang merupakan cikal bakal pendiri kabupaten Wonosobo. Bagi masyarakat Wonosobo, anak yang memiliki rambut gembel dianggap bisa membawa musibah atau masalah dikemudian hari, tapi bila diruwat anak tersebut dipercaya akan mendatangkan rejeki. Disamping itu ruwatan ini bertujuan agar si anak bisa hidup dengan rambut yang normal. Bila anak yang berambut gembel ini dicukur tanpa melakukan ruwatan bisa jadi rambut gembel tersebut tumbuh lagi dan kemungkinan anak tersebut bisa sakit-sakitan.but gembel yang melekat pada anak-anak di kawasan tinggi Dieng dianggap sakral. Proses pemotongan rambut ini tidak boleh dilakukan sembarangan, namun secara istimewa. Bahkan sebelum dipotong, orang tua atau pemilik hajatan harus menuruti permintaan sang anak dan wajib dipenuhi. Apabila tidak, dipercaya bisa memunculkan balak.
Permintaan anak yang diruwat wajib dipenuhi kalau tidak rambut gimbalnya akan tumbuh kembali. Waktu upacara itu sendiri dilakukan berdasarkan weton (hari kelahiran sang anak) sedangkan pelaksanaan upacara dihitung berasarkan neptu (nilai kelahiran anak yang akan diruwat).
Kemarin (11/7) sebanyak delapan anak berambut gimbal yang berasal dari lereng Dieng meliputi Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara dilakukan pemotongan rambut.  Mereka selama ini dianggap sebagai titipan Kyai Kolodete, seorang tokoh yang dipercaya telah membuka kawasan dataran tinggi itu.
Proses pemotongan rambut gimbal digelar pagi pukul 10.00. Anak-anak gimbal dengan menggenakan kelebat dan ikat kepala putih diusung keliling dengan rute pemukiman warga-komplek Candi Dieng hingga Telaga warna. Mereka menaiki dokar dikawal barisan para tokoh dan sesepuh desa dengan iringan kelompok kesenian.
Pemotongan rambut gimbal dilakukan satu per satu. Sebelum dilakukan pemotongan  rambut, sesepuh desa akan mengantarkan dengan menyampaikan umur berikut sesuatu yang diminta oleh sang anak gimbal. Bentuk permintaan yang diminta oleh delapan anak-anak itu pun cukup unik. Mulai meminta kepala ayam yang sudah dimasak berjumlah 100, kambing betina, ayam jago dua ekor, serta ada yang meminta gembus satu tampah. Wujudnya sebelum di potong rambutnya anak-anak tersebut diminta mengecek sesuatu yang mereka minta.
Menurut Mbah Darusman, sesepuh lereng Dieng, memenuhi permintaan anak gimbal sebelum dipotong hukumnya wajib. Sedangkan siapa yang bisa memberikan tidak harus orang tua, namun bisa diberikan orang lain. Apabila  belum bisa memenuhi permintaan, terpaksa ditunda karena bisa mendatangkan bahaya pada diri sang anak.
‘’Peristiwa mengabaikan permintaan anak gimbal sebelum dipotong rambutnya sudah beberapa kali terjadi dan mendatangkan balak. Karena anak akan sakit parah setelah dipotong dan rambut gembelnya akan tumbuh lagi,” katanya.
Setelah dipotong, rambut sang anak dihanyutkan pada aliran sungai yang bermuara ke laut selatan. Untuk Wonosobo bisa dihanyutkan  di mana saja, yang penting bisa hanyut melalui Sungai Serayu yang bermuara ke laut selatan.




Sabtu, 10 Juli 2010

Chikungunya


Chikungunya.


Nyamuk Aedes Aegypti

            Chikungunya berasal dari bahasa Swahili ( bangsa dan kebudayaan yang berada di pantai Afrika Timur) berdasarkan gejala yang terjadi pada penderita, yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung (that which contorts or bends up), mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia). Nyeri sendi ini menurut lembar data keselamatan (MSDS) Kantor Keamanan Laboratorium Kanada, terutama terjadi pada lutut, pergelangan kaki serta persendian tangan dan kaki.Demam      Chikungunya di Indonesia dilaporkan pertama kali di Samarinda pada tahun 1973, kemudian berjangkit di Kuala Tungkal, Martapura, Ternate, Yogyakarta (1983), Muara Enim (1999), Aceh dan Bogor (2001). Sebuah wabah Chikungunya ditemukan di Port Klang di Malaysia pada tahun 1999, selanjutnya berkembang ke wilayah-wilayah lain. Awal 2001, kejadian luar biasa demam Chikungunya terjadi di Muara Enim, Sumatera Selatan dan Aceh. Disusul Bogor bulan Oktober.  Setahun kemudian, demam Chikungunya berjangkit lagi di Bekasi (Jawa Barat), Purworejo dan Klaten (Jawa Tengah). Diperkirakan sepanjang tahun 2001-2003 jumlah kasus Chikungunya mencapai 3.918 jiwa dan tanpa kematian yang diakibatkan penyakit ini.

            Penyebab Chikungunya
            Chikungunya disebabkan adanya infeksi virus chikungunya (CHIKV), yaitu jenis Alphavirus yang termasuk dalam keluarga Togaviridae, dan ditularkan atau disebarkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypty, nyamuk yang sama yang menularkan penyakit demam berdarah dengue.

            Gejala penderita Chikungunya
            Gejala utama terkena penyakit Chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulangtulang, ada yang menamainya sebagai demam tulang atau flu tulang. Gejala-gejalanya memang mirip dengan infeksi virus dengue dengan sedikit perbedaan pada hal-hal tertentu
Masa inkubasi dari demam Chikungunya dua sampai empat hari. Manifestasi penyakit berlangsung tiga sampai 10 hari. virus ini termasuk self limiting disease alias hilang dengan sendirinya. Namun, rasa nyeri masih tertinggal dalam hitungan minggu sampai bulan.
            Chikungunya dapat menyerang semua usia, baik anak-anak maupun dewasa di daerah endemis. Secara mendadak penderita akan mengalami demam tinggi selama lima hari, sehingga dikenal pula istilah demam lima hari. Pada anak kecil dimulai dengan demam mendadak, kulit kemerahan. Ruam-ruam merah itu muncul setelah 3-5 hari. Mata biasanya merah disertai tanda-tanda seperti flu. Sering dijumpai anak kejang demam. Pada anak yang lebih besar, demam biasanya diikuti rasa sakit pada otot dan sendi, serta terjadi pembesaran kelenjar getah bening. Pada orang dewasa, gejala nyeri sendi dan otot sangat dominan dan sampai menimbulkan kelumpuhan sementara karena rasa sakit bila berjalan. Kadang-kadang timbul rasa mual sampai muntah. Pada umumnya demam pada anak hanya berlangsung selama tiga hari dengan tanpa atau sedikit sekali dijumpai perdarahan maupun syok. Bedanya dengan demam berdarah dengue, pada Chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan (shock) maupun kematian.